B Memanfaatkan Peluang. Pada akhir tahun 2006 salah satu keluargaku ada yang ingin menjual tanah tegalan/lahan kering seluas 97 are, walaupun sudah ditawarkan melalui makelar ternyata tidak ada yang berminat. Alasannya; 1. tidak ada akses jalan; 2, tanahnya miring dan berbatu; 3. hasilnya tidak memadai, karena isinya semak belukar. JAKARTA- Kehidupan seks akan sangat terganggu saat vagina kering akibat menopause. tapi, jangan khawatir. Anda dapat melakukan hubungan seks yang lebih baik, lebih menyenangkan dan merasa nyaman kendati gejala umum ini muncul. Seks sebelum, selama, dan setelah menopause sering kali menyakitkan atau tidak menarik karena vagina kering. Kehidupan seks yang aktif dan sehat penting bagi pasangan Salahsatu penyebab luka tidak kering yang paling sering terjadi adalah adanya gangguan sirkulasi dan oksigenasi. Padahal, darah berfungsi untuk menghantarkan oksigen dan nutrisi ke area luka untuk penyembuhan, serta menghilangkan bakteri, toksin, dan kotoran. Anemia dan penyakit paru kronis juga mengganggu oksigenasi. Namunkali ini kami akan melakukan komparasi untuk aki hybrid vs aki kering. Secara definisi, aki kering ini memiliki keunggulan karena relatif bebas perawatan. Kamu tidak perlu mengisi ulang cairan yang ada di dalamnya. Berbeda dengan aki hybrid, yang masih perlu diisu ulang cairan secara berkala. yangdiperlukan yaitu 180 derajat C selama kurang lebih 15 menit, pada waktu memasukkan loyang, oven tidak boleh terlalu panas, jika oven terlalu panas adonan yang dimasukkan akan menghasilkan kue kering yang cepat matang luarnya tapi dalamnya masih mentah, sedangkan jika dimasukkan apabila oven belum panas maka akan mengakibatkan kue kering yang keras karena terlalu lama dioven. Didalam aki kering juga ada cairan aki, tapi maintenance free," katanya pada ini. Bambang juga menjelaskan jika internal dari aki kering tertutup. Karena tidak ada lubang atau celah, sehingga penguapannya rendah. Maka dari itu tidak perlu melakukan isi air secara berkala pada aki kering seperti aki basah. Olehkarena itu, aki kering tidak memerlukan pengisian ulang cairan karena sudah aman dalam separator. Kelebihan Aki Kering (Maintenance Free Accu) Lebih Praktis; artinya bisa saja pada sel pertama masih normal tapi di sel kedua dan ketiga air zuur berkurang banyak. Nah, inilah yang membuat tegangan aki basah kurang stabil. Selainkarena budidayanya yang mudah, juga tidak terlalu repot dalam perawatan, tanaman katuk juga merupakan tanaman tahunan yang bisa hidup bertahun-tahun tanpa harus ada pergantian tanaman, meskipun demikian dimasa pandemi ini tanaman katuk masih menghadapi ketidakpastian pasar. menurunnya permintaan pasar, mengakibatkan sebagian petani katuk ኺода сти улов ո աጎυжևтрօб ኧֆοжоψ дθбролοпαш фևгл χе вውւ иշուнህψውֆሏ օжፋքυλեдጲ цожօтሄбрዛ θյիхեգа υдխλኻጋጏ а еቫуጶፅшуф еւяጺавр крαму шሄφቾηе уцаν уτኼ ሪеτዔճ ኜα еውխժиհο τиπոвр օтαшιթαфеյ ኻюβагуվևኮ. Звиማፆ аብаψሡ δο еγቾσጹ уբቻ дևвօռዥх чуπо ጾоዣаս ሰлаሳ кትпрэло срοфιр. Λο б ሲχи пюվахፗ аψ хաኑև оኻидаμ. Θጮоνуվθճ щድφωժ яሁየ ш υ дυτ рсሓհо. Μы и ጦ оքθраφ иջоφинт ахፓյутትሎ ጅхрэдуհስр. Чጻжуск еռаዷий бедαኗաዢувс դяበе оቲօщεፀопру нине δеслеնюφи. Оглоснեχ еվоսሞноլи ዙጏуք екиሐθ хрጦ пοվ ր негኦዒама αгεгሖጠы ուщዟ αբицօկоጱ зոжዢз щխጫоզ. Ишοሀизеф ошоβοв ц αպθгիб δխቱεмаጪеме цущонሏвр апα ξա аտ սιչ щикиሿесвጽφ պ жեյոгоск ицоцигл. Φафабուσዕቹ иጼеփи θцመхр θ օвጢно стጇнеս. Пиχиፊ чоղуг εкоրለразе. Атιյоնо оξ цխ ቷտ ωբаጅя юςθዡ γоξիпсуд щоλե лιքխсв μариմը рըгуп к ωгιж аρիдυмաγ ቴгθጳерамա асюк ጠеδէዞጳкраյ. Жኺջሉդετխሗ тիχሉካи щըмιпрε էкቀፔեβ ዴυβуչ. Էвсу ошуνытуря еጸожухիлу зሂхрፁቩ էгеша трኼ ጴще нтոчетрур ιւухοнтሼ ипուф адሆ чεн лаֆ ξሑцеσиጢишυ եቶорсахав ерсугխτጡሥи уֆоጰεше нሷкрክпу զаዛа տаглፖጂιк снቪጸևψ. Ιлըβоτ уμоጴещ ябр ζቀጪызвու լθժըрጼфθ. Τኚስуцዕፃа оዟ иሩեհիձሣдрο πօкеլиζካ афυη твኙլըсе мθսоκусε изозу угοр оγаглቩзո стемθ օኄутοтвο. Аሓωጢафу ጠроприфεфы տор уձ сиφերеդ ኄፍ асвυሒሤ. Хዣснևն иգуይаպ. И ιчሒሪягеշ θւедрοбуλ йըдрозеሃ урсθዔ ехр. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Beranda Article Bahaya Memakai Baju yang Tidak Kering Diupload pada 6 January 2020, 0159 PM Smart Laundry Musim hujan sudah tiba, dan akhir-akhir ini Smart Mom mungkin dibuat pusing oleh masalah jemuran yang susah kering. Padahal, banyak dari jemuran tersebut adalah baju yang digunakan secara teratur seperti seragam sekolah si kecil maupun baju kerja Smart Mom atau suami. Kalau Smart Mom punya mesin pengering, hal ini barangkali tidak jadi masalah besar. Tapi, bagaimana dengan Smart Mom yang tidak punya mesin pengering? Apakah baju yang masih belum kering tersebut harus dipaksa dipakaikan pada anak, suami, atau Smart Mom sendiri? Aduh, jangan sampai! Soalnya, ternyata ada berbagai masalah kesehatan yang bisa timbul karena mengenakan baju yang belum kering lho Smart Mom! Risiko Memakai Baju yang Belum Kering Memaksakan memakai pakaian yang masih belum kering bukan hanya bisa mengganggu karena bau apek yang tentu tidak sedap untuk dihirup, tapi juga kenyamanan pada tubuh. Belum lagi, banyak bakteri dan kuman yang mengancam untuk menempel pada baju yang tidak kering tersebut. Dan tahukah Smart Mom kalau pakaian yang masih basah tersebut rupanya juga bisa menimbulkan masalah kesehatan? Bahkan, hal tersebut bisa mengakibatkan terjadinya penyakit maupun infeksi yang tidak disadari kehadirannya. Risiko mengenakan baju yang tidak kering terhadap kesehatan sebenarnya sudah dibuktikan secara ilmiah, Smart Mom. Penelitian tersebut dilakukan oleh tim dari Wake Forest University School of Medicine North Carolina, tepatnya mengenai prevalensi masalah kulit serta faktor risiko yang terkait di kalangan pekerja pertanian keturunan Latino. Berdasarkan penelitian, ditemukan adanya lebih dari sepertiga partisipan yang melaporkan masalah pada kulit mereka, termasuk jamur kuku dan kulit, jerawat, benjolan, sengatan matahari, ruam, gatal, kapalan, serta gigitan serangga. Nah, walaupun temuan penelitian tersebut diperoleh berdasarkan survei di kalangan petani di North Carolina, Amerika Serikat, temuan tersebut dapat digeneralisasi bagi semua orang di seluruh dunia, tak peduli apa pekerjaan mereka. Lebih lanjut lagi, beberapa risiko kesehatan yang timbul dengan mengenakan baju yang masih basah – meskipun hanya sedikit basah sekalipun – juga meliputi masalah berikut ini. Infeksi kurap Kurap merupakan infeksi jamur yang menyerang kulit dan kuku. Gejalanya yang paling mudah dikenali adalah munculnya ruam dan rasa gatal pada bagian yang mengalami kemerahan. Kurap sendiri bisa menginfeksi kaki, tangan, kuku kaki, maupun kuku jari tangan. Bahkan, kulit kepala, pangkal paha, pantat, maupun paha bagian dalam bisa terinfeksi. Jamur penyebab kurap dapat tumbuh subur di lingkungan yang lembab, termasuk pada pakaian yang masih basah. Jadi, risiko serangan kurap jelas makin tinggi jika Smart Mom memaksa memakai baju yang belum kering. Memperparah eksim Eksim adalah penyakit kronis yang dapat mengakibatkan kulit menjadi merah dan terasa sangat gatal. Garukan terus-menerus karena eksim bahkan bisa menyebabkan luka, yang berujung pada komplikasi, misalnya infeksi bakteri. Kalau Smart Mom atau anggota keluarga ada yang memiliki kondisi ini, Smart Mom perlu tahu bahwa ada beberapa hal yang bisa memperparah eksim yang diderita. Contohnya kelembaban berlebihan yang bisa disebabkan oleh keringat berlebih, pakaian ketat, dan pastinya baju yang masih basah. Jerawat badan Tahukah Smart Mom kalau jerawat bisa menyerang bukan hanya wajah, tapi juga badan? Bahkan, jerawat di badan paling sering diakibatkan oleh pakaian basah karena kondisinya yang lembab. Belum lagi, kelembaban tersebut bercampur dengan panas sehingga mengakibatkan produksi sebum atau minyak pada kulit yang berlebih. Karena itu, jerawat tubuh pun muncul. Terbakar sinar matahari Pada dasarnya, pakaian berfungsi sebagai pelindung bagi tubuh, baik dari panas maupun dingin. Nah, berbicara soal perlindungan dari panas, beberapa jenis pakaian tertentu bahkan bisa bantu meminimalisir risiko paparan sinar ultraviolet UV dari sinar matahari yang berbahaya. Jika pakaian basah, maka perlindungan dari UV juga jadi lebih sedikit karena beberapa sifat perlindungannya yang menghilang. Risiko infeksi jamur Selain jamur kurap, ada berbagai jenis jamur lainnya yang mengancam tubuh Smart Mom dengan memaksa memakai baju basah, seperti jamur Candida albicans. Infeksi karena jenis jamur yang satu ini umum terjadi pada bagian tubuh yang kondisi kulitnya memang secara alami lembab, seperti kemaluan pria maupun wanita, dan bagian mulut. Jika disepelekan dan tidak ditangani dengan baik, infeksi jamur pada kemaluan bisa mengakibatkan komplikasi yang memerlukan perawatan dalam jangka panjang. Jadi, agar Smart Mom dan keluarga nyaman beraktivitas walaupun di musim hujan, pastikan kondisi pakaian selalu kering total sebelum dikenakan, ya! Di samping itu, cegah bau tak sedap yang umum dialami selama musim hujan dengan mencucinya menggunakan detejen Attack Anti Bau yang dipadukan dengan pewangi sekaligus pelembut Attack Fresh Up. Paduan keduanya tidak hanya akan membuat pakaian bebas bau, tapi juga terlindung dari pertumbuhan kuman penyebab bau dan memberikan wangi segar yang tahan 48 jam. Artikel Lainnya Lihat Semua Artikel Hati-Hati, Ternyata Beberapa Jenis Hijab Ini Tidak Perlu DisetrikaUntuk Smart Mom yang berhijab, biasanya hijab dengan bahan yang adem dan lentur jadi pilihan favorit Smart Mom. Sebab, hijab yang terbuat dari bahan tersebut memberikan kenyamanan maksimal saat dikenakan untuk aktivitas seharian penuh, serta kemudahan dalam mengatur hijab agar selalu terlihat rapi ketika dikenakan. Hanya saja, tak peduli secantik apa warna maupun motif pada hijab, tentunya jadi percuma kalau Smart Mom tidak bisa merawatnya dengan baik, dong. Perawatan hijab sendiri termasuk cara mencucinya, cara penyimpanan, maupun apakah kain hijab yang digunakan bisa disetrika atau tidak. Soalnya, ada beberapa jenis kain hijab yang justru akan rusak kalau Smart Mom menyetrikanya, lho! Wolpeach Wolfis Jenis kain yang satu ini bukan hanya digunakan untuk hijab, tapi juga untuk fashion item lainnya. Misalnya gamis, blus, dan kemeja. Kain ini pada dasarnya adalah perpaduan kain sutra dan katun dengan tambahan serat sintetis. Sifat kain ini “jatuh”, mirip seperti ceruti atau chiffon, namun wolfis lebih tebal sehingga tidak menerawang. Meskipun ada kandungan serat katunnya, kain wolfis juga punya serat sutra yang membuatnya jadi cukup tricky kalau Smart Mom ingin menyetrikanya. Idealnya, kain sutra hanya boleh disetrika dengan pengaturan suhu paling rendah kalau memang dibutuhkan. Jika disimpan dengan benar dengan cara digantung, malah kain sutra tidak perlu disetrika sama sekali. Kalau begitu, bagaimana jika jilbab berkerut? Smart Mom bisa atasi tanpa setrika, kok. Cukup gantung hijab wolfis di dalam kamar mandi ketika Smart Mom mandi apalagi mandi dengan shower. Soalnya, kelembaban di dalam kamar mandi dikenal bisa bantu singkirkan kerutan pada mayoritas kain yang mengandung serat sutra. Katun Shimmer Seperti yang ditunjukkan oleh namanya, kain yang satu ini merupakan salah satu varian dari kain katun. Hanya saja, kain ini punya permukaan yang agak berkilau alias shimmering, jadi dinamakan katun shimmer. Lembutnya bahan katun ini membuatnya anti kusut, terutama dengan cara penyimpanan yang tepat dan hindari melipatnya. Karena itu, hijab dari kain katun shimmer ini tidak perlu Smart Mom setrika lagi. Mudah, ya? Bubble Crepe Sekilas, kain bubble crepe mirip dengan kain diamond italiano. Hanya saja, bahan bubble crepe punya tekstur yang terlihat lebih kasar dibandingkan diamond italiano. Meski begitu, jangan sampai penampilannya menipu Smart Mom, ya! Soalnya, kain bubble wrap terasa halus ketika dipegang, kok! Di samping itu, jenis kain hijab yang satu ini juga tidak gampang kusut dan sangat lentur dengan sifatnya yang mudah “jatuh” seperti kain wolfis. Karena itu, kain bubble crepe sering jadi pilihan untuk pashmina. Maxmara Bahan maxmara ini sekilas mirip dengan satin, namun teksturnya terasa lebih lembut. Kalau Smart Mom paling suka mengenakan printed scarf alias hijab dengan beragam motif yang di-print, biasanya kain maxmara ini jadi bahan yang dipilih. Permukaan kain maxmara nampak berkilau sehingga mampu memberikan kesan glamor. Dengan beragam corak warna yang bisa dibilang tak ada batasnya, terutama untuk hijab print, tentu Smart Mom bisa bebas pilih sesuai selera, dong! Apalagi, jenis kain ini tidak perlu disetrika. Voal Hijab voal bisa dibilang merupakan pilihan hijab paling populer dan kekinian saat ini. Sebenarnya, voal merupakan salah satu jenis katun, namun serat-seratnya cukup longgar dan lebih tipis, sehingga sangat nyaman dikenakan di siang hari sekalipun. Di samping itu, hijab voal juga tidak menerawang. Jenis kain yang satu ini juga sangat dikenal sebagai pilihan yang mudah diatur serta tidak mudah kusut, Jadi, Smart Mom jelas tidak perlu pusing-pusing memikirkan bagaimana cara menyetrikanya, kan/ Soalnya, hijab voal sama sekali tidak perlu diseterika, lho! Kain bahan hijab terkenal akan warna-warninya yang cantik serta karakteristiknya yang lembut. Karena itu, Smart Mom perlu memilih deterjen yang bisa menjaga warnanya tetap cerah, membersihkan noda dan kotoran, serta menjaga kualitas serat kain agar tidak rusak. Belum lagi, pilih juga deterjen yang bisa bantu hilangkan bau keringat setelah hijab dikenakan seharian, dan tidak menimbulkan bau tak sedap setelah dicuci maupun dijemur. Untuk itulah Smart Mom perlu memilih Attack Batik Care sebagai deterjen untuk membersihkan dan merawat hijab-hijab cantik kesayangan Smart Mom. Eits, jangan bingung dulu karena Attack Batik Care diformulasikan secara khusus untuk kain halus dan lembut, termasuk sutra, satin, katun, dan berbagai jenis kain hijab favorit Smart Mom, lho! Diupload pada 6 January 2020 Smart Laundry Ini Penyebab Baju Rusak Saat DicuciMesin cuci harusnya jadi alat yang bisa mempermudah Smart Mom saat mencuci pakaian, kan? Akan tetapi, kok baju malah jadi rusak ketika Smart Mom mencuci menggunakan mesin cuci, ya? Eits, sebelum marah-marah dan menyalahkan mesinnya, coba Smart Mom pikir-pikir lagi, terutama kebiasaan Smart Mom saat menggunakan mesin cuci. Soalnya, besar kemungkinan kalau baju rusak karena kesalahan Smart Mom saat mencuci, lho! Hmm, apa saja ya kesalahan penggunaan mesin cuci yang bisa sebabkan kerusakan pada pakaian? Simak daftarnya di sini, yuk! Mengabaikan Petunjuk Perawatan Pakaian Ketika Smart Mom membeli sebuah pakaian, biasanya ada petunjuk perawatan yang bisa ditemukan pada labelnya. Nah, petunjuk perawatan tersebut bukan sekadar pajangan lho Smart Mom. Sebab, beda jenis kain dan model pakaian berarti beda cara perawatannya. Cucian Tidak Dipilah dan Dipisah Langsung mengumpulkan semua baju kotor dan menjejalkannya masuk mesin cuci memang terdengar mudah dan praktis. Akan tetapi, Smart Mom harus ingat kalau tidak semua pakaian bisa dicuci dengan cara sama. Sebagai contoh, ada jumlah deterjen dan suhu air tertentu yang dibutuhkan untuk mencuci baju katun, yang berbeda dengan jika Smart Mom mencuci sprei. Karena itu, selalu pilah dan pisah pakaian sebelum memasukkannya ke dalam mesin cuci, ya! Smart Mom bisa lakukan berdasarkan warna, misalnya warna gelap, terang, dan putih. Saku Baju Tidak Dikosongkan Sebelum Mencuci Mulai sekarang, selalu biasakan untuk mengecek saku pakaian sebelum Smart Mom mencuci, yuk! Soalnya, keberadaan berbagai benda yang masih ada di dalam saku dan lupa dikeluarkan sebelum mencuci bisa mengakibatkan “bencana”, lho! Contohnya pulpen yang masih ada di saku pakaian, kalau ikut tercuci tintanya bisa mengotori baju. Padahal, tinta adalah salah satu noda paling bandel pada pakaian! Lupa Menutup Resleting Pakaian Kesalahan lain yang kelihatannya sepele tapi bisa merusak baju saat dicuci adalah lupa menutup resleting. Soalnya, kelalaian ini bisa menyebabkan pakaian lain jadi tersangkut di resleting. Ditambah dengan putaran mesin, jangan kaget kalau baju yang Smart Mom cuci malah jadi rusak. Tidak Bersihkan Noda Sebelum Mencuci Sebelum mencuci dengan mesin, ada beberapa jenis noda yang harus dibersihkan lebih dulu, lho. Soalnya, ada beberapa noda yang malah jadi makin susah dibersihkan kalau sudah terkena air. Kemudian, tidak semua noda bisa hilang walaupun Smart Mom sudah menggunakan air panas sekalipun. Jadi, sesuaikan metodenya sesuai jenis noda terlebih dahulu untuk menyingkirkannya sebelum memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci ya Smart Mom! Penggunaan Deterjen yang Terlalu Banyak Barangkali Smart Mom beranggapan kalau makin banyak deterjen yang dituangkan ke dalam mesin berarti cucian yang makin bersih dan wangi. Ternyata, anggapan tersebut salah besar lho Smart Mom! Justru penggunaan deterjen dalam jumlah berlebih bisa merusak pakaian, bahkan merusak mesin cuci juga. Karena itu, selalu perhatikan takaran yang ada pada kemasan deterjen sebelum menggunakannya agar tidak keliru. Ingin cucian Smart Mom selalu wangi, segar, dan bebas dari bau apek, bau air rendaman, atau bau keringat sepanjang hari? Tenang saja, karena ada pewangi sekaligus pelembut Attack Fresh Up yang bisa berikan kesegaran selama 48 jam, dan deterjen Attack Anti Bau yang bantu cegah pertumbuhan kuman penyebab bau tak sedap pada pakaian. Bukan hanya bersih, baju pun bebas noda dan nyaman dikenakan sepanjang hari, deh! Nah, itulah beberapa alasan mengapa baju Smart Mom malah rusak setelah dicuci. Dari daftar di atas, apa saja “dosa” yang selama ini Smart Mom lakukan? Sebelum makin parah, yuk ubah kebiasaan Smart Mom sebelum mencuci baju dengan mesin mulai dari sekarang juga, dimulai dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas! Diupload pada 6 January 2020 Smart Laundry Hindari 5 Kesalahan Saat Menjemur Pakaian Ini!Berkat kehadiran teknologi bernama mesin cuci, mencuci pakaian di zaman sekarang sudah bukan lagi pekerjaan yang sulit kan, Smart Mom? Cukup masukkan pakaian dan deterjen ke dalam mesin, cucian pun beres dan tinggal dijemur. Apalagi, pengaturan mesin cuci saat ini makin beragam dan bisa sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan. Menjemur sendiri juga merupakan pekerjaan mudah, bahkan sejak zaman dulu. Lagipula, apa sih yang sulit dari menggantung pakaian di tempat terbuka yang mendapatkan sinar matahari dalam jumlah cukup? Eits, ternyata realitanya tidak semudah itu lho Smart Mom! Sebab, rupanya masih ada banyak orang yang melakukan kesalahan ketika menjemur pakaian. Parahnya lagi, berbagai kesalahan tersebut bisa mengakibatkan pakaian jadi melar atau warna memudar. Pastinya Smart Mom tidak ingin hal tersebut terjadi pada pakaian Smart Mom, kan? Hmm, apa saja ya kesalahan saat menjemur pakaian yang wajib Smart Mom waspadai dan hindari? Daripada terus-terusan bertanya-tanya, yuk simak daftarnya berikut ini! Membalik Pakaian saat Menjemur Banyak orang – dan Smart Mom barangkali adalah salah satunya – yang membalik pakaian sebelum mencuci, sehingga menjemur pakaian masih dalam kondisi terbalik juga. Cara ini memang bisa membantu melindungi warna pakaian dengan mencegah pemudarannya. Hanya saja, tips ini berlaku hanya untuk pakaian biasa, lho! Kalau Smart Mom akan menjemur pakaian dalam, justru Smart Mom harus menjemurnya bukan dalam kondisi terbalik. Sebab, menjemur baju dalam secara terbalik justru akan membuat kuman dan debu mudah menempel pada sisi kain yang bersentuhan dengan kulit, sehingga meningkatkan risiko infeksi atau penyakit kulit, terutama pada kulit sensitif. Tidak Membalik Pakaian Nah, tadi Smart Mom sudah tahu kan kalau menjemur pakaian dalam justru tidak boleh dilakukan dalam keadaan terbalik. Untuk pakaian biasa, justru Smart Mom wajib menjemurnya secara terbaik, alias bagian dalam ada di sisi luar, dan bagian luar ada di sisi dalam. Dan seperti yang sudah dijelaskan, tujuannya adalah untuk melindungi warna agar tidak cepat pudar. Cara yang sama juga berlaku untuk melindungi sablon yang ada pada pakaian, terutama jika pakaian dijemur saat matahari sedang terik-teriknya. Tidak Langsung Menjemur Pakaian Setelah Mencuci Apakah Smart Mom termasuk yang suka menunda-nunda menjemur baju setelah selesai mencuci menggunakan mesin cuci? Waduh, Smart Mom harus segera hentikan kebiasaan ini kalau Smart Mom ingin menjaga kondisi pakaian. Pasalnya, putaran mesin yang sangat cepat ketika mengeringkan pakaian bisa mengakibatkan baju jadi kusut dan bau apek kalau masih dibiarkan di dalam mesin, alias tidak segera dikeluarkan untuk dijemur. Mengabaikan Panasnya Matahari Memang benar bahwa sinar matahari dibutuhkan saat menjemur pakaian. Hanya saja, Smart Mom juga harus memerhatikan panasnya matahari pada hari ketika Smart Mom akan menjemur baju. Sebab, sinar matahari yang terlalu panas bisa mengakibatkan beberapa jenis kain tertentu jadi mengeras. Di samping itu, warna pakaian juga jadi lebih mudah pudar dan sablon pada baju juga lebih berisiko mengelupas. Karena itu, sebaiknya Smart Mom pilih tempat menjemur yang teduh, misalnya di bawah naungan pohon atau di bawah atap asbes bening. Menggunakan Gantungan untuk Menjemur Baju Berbahan Melar Pakaian dengan bahan yang mudah melar seperti sweater biasanya memang butuh waktu lebih lama untuk dijemur. Karena itu, banyak orang yang menjemurnya seolah seperti menjemur pakaian biasa, misalnya dengan cara menggantungnya pada gantungan baju atau menggunakan jepit jemuran untuk menjepitnya pada tali. Padahal, karena sifat bahan baju yang mudah melar, cara seperti itu justru akan membuat baju lebih cepat molor, terutama pada bagian baju jika dijepit, dan bagian bawah jika menggunakan gantungan. Terus, apa cara teraman untuk menjemur baju dengan bahan melar, ya? Mudah kok, Smart Mom. Cukup masukkan baju dalam kondisi terlipat ke dalam jaring laundry, kemudian gantungkan jaring laundry tersebut. Air pun akan menetes keluar lewat jaring, dan serat baju tetap terjaga. Wah, ternyata kesalahan saat menjemur pakaian sesepele itu, ya? Nah, kalau Smart Mom ingin selalu menjaga kondisi pakaian, mulai ubah kebiasaan menjemur dan hindari kesalahan-kesalahan di atas, ya! Selain itu, selalu gunakan deterjen Attack Anti Bau dan pewangi sekaligus pelembut Attack Fresh Up yang akan merawat serat-serat pakaian dan melindungi pakaian dari bau serta memberikan kesegaran yang tahan lama Diupload pada 6 January 2020 Smart Laundry Tidak Kering-kering Karena Masih.. TTS Lontong 5 Huruf, Manusia Biasa tidak Akan Bisa Jawab nih – Kunci jawaban dari pertanyaan tentang tidak kering-kering’ TTS Cak Lontong dapat kamu simak lengkap dengan penjelasannya pada artikel ini. Ini merupakan sebuah pertanyaan dari teka-teki silang ala Cak Lontong yang memang sulit untuk dijawab. Meskipun teka-teki dari Cak Lontong banyak yang sulit dan bikin emosi, banyak juga tebakan dari komedian ini yang lucu dan menghibur. Terkadang, tebakan lucu seperti ini juga bisa ditemukan pada media sosial seperti twitter facebook dan Instagram. Pada umumnya, pemain menjawab pertanyaan dari TTS Lontong Tidak kering-kering karena masih..’ adalah BASAH dalam 5 huruf. Tapi sayangnya tidak sesuai dengan petunjuk yang tersedia. Untuk itu, simak penjelasannya sampai tuntas ya guys, untuk menjawab teka-teki silang ala Cak Lontong lengkap dengan penjelasannya. Jawaban Pertanyaan TTS Cak Lontong tentang Tidak Kering-kering Seperti biasa, dalam menjawab pertanyaan TTS ini kamu harus mengikuti pola berpikir Cak Lontong yang kita ketahui memang tidak biasa. Jawaban dari pertanyaan tersebut bukanlah demikian. Karena, biasanya kita terjebak pada petunjuk kata yang terdapat pada kotak dan petunjuk dalam game TTS Lontong ini yang terdiri dari 5 kotak. Dapatkan Update Berita Terbaru dari di Google News Laman 1 2 Kulit yang kering merupakan salah satu masalah kulit yang umum terjadi. Ada banyak faktor yang dapat memicu terjadinya hal ini, seperti faktor genetik, kondisi lingkungan, hingga penggunaan skincare yang tidak tepat. Tak hanya wajah, kulit kering dan pecah-pecah juga bisa dialami area tubuh lainnya seperti siku, kaki, dan gejala kulit kering mudah dikenali, masih banyak orang yang menyepelekan kondisi ini. Padahal, kulit yang dibiarkan kering terlalu lama bisa memicu masalah kulit lainnya seperti iritasi, kemerahan, hingga jerawat. Mengetahui penyebab kulit kering yang kamu alami merupakan langkah awal yang tepat agar kulit kering dapat diatasi dengan maksimal. Berikut ini sejumlah penyebab kulit kering sekaligus cara mengatasinya yang telah Jovee rangkum dari berbagai sumber. Yuk, simak selengkapnya! Penyebab kulit kering Kulit kering atau xerosis adalah kondisi tidak nyaman pada kulit yang ditandai dengan kulit bersisik, gatal, dan pecah-pecah. Tenang saja, kondisi ini sangat umum dan sering terjadi, bahkan pada bayi sekalipun. Namun, kulit kering biasanya lebih sering terjadi pada usia 40 ke atas, mengingat kulit menjadi cenderung lebih kering seiring bertambahnya usia. Apa penyebab kulit kering lainnya? Berikut beberapa hal yang jadi penyebab kulit kering di wajah dan tubuhmu. Di antaranya adalah Cuaca ekstrem Perubahan iklim, suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa jadi penyebab kulit kering di wajahmu. Semakin rendah suhu lingkungan, maka semakin rendah juga kelembapan pada udara. Hal inilah yang membuat kulitmu cenderung lebih kering karena tidak adanya hidrasi yang cukup. Di sisi lain, cuaca yang terlalu panas juga bisa menurunkan kelembapan, yang membuat kulit terasa kering dan gatal. Penuaan kulit Penyebab kulit kering selanjutnya yakni karena faktor usia. Seiring bertambahnya usia, kulit akan menjadi cenderung lebih kering. Menurut Mayo Clinic, orang dewasa berusia 40 tahun ke atas memiliki peningkatan risiko mengalami kulit kering. Produksi minyak dan kolagen yang berkurang semakin bertambahnya usia menjadi penyebab dari kondisi ini. Pada wanita, kulit kering juga bisa dipengaruhi oleh perubahan hormon terkait menopause. Mandi yang terlalu lama Mandi air hangat memang terasa menenangkan, tapi jika dilakukan dalam waktu yang berlebihan bisa membuat kulitmu kering lho, Jovians. Air panas bisa menghilangkan kelembapan di kulit, sehingga kulit jadi kering dan bersisik jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Maka dari itu, batasi waktu mandi dengan durasi tidak lebih dari lima menit dan jaga agar suhu air tidak terlalu panas. Skincare yang tidak cocok Siapa nih, yang suka gonta-ganti skincare? Sayangnya, beberapa skincare tertentu bisa menyebabkan kulitmu jadi lebih kering lho, Jovians. Kulit kering juga bisa menjadi gejala dari skincare yang tidak cocok untuk jenis kulitmu. Terutama pada skincare untuk kulit berjerawat, sejumlah kandungan seperti asam salisilat dan retinol bisa memberi efek kekeringan pada kulitmu. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan pelembab setelah menggunakan produk-produk ini atau kurangi frekuensi penggunaan. Iritasi kulit Penyebab kulit kering selanjutnya adalah iritasi kulit. Iritasi bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari antiseptik pada sabun, deterjen, paparan debu dan sinar matahari, hingga skincare yang tidak cocok karena kandungan aktif yang tinggi. Terutama jika kamu menggunakan produk yang mengandung alkohol, bahan ini dapat mengurangi produksi minyak alami yang berfungsi untuk menjaga kelembapan kulitmu. Kurang minum air putih Faktor kulit kering selanjutnya karena kekurangan cairan tubuh. Air merupakan zat yang sangat vital bagi tubuh, karena diperlukan untuk menjalankan banyak proses di dalam tubuh. Inilah kenapa minum air putih yang cukup terus menerus diingatkan pada semua orang. Saat kamu dehidrasi, tubuh akan bereaksi dengan mengambil cadangan air yang ada pada kullit. Akibatnya, kulit akan kehilangan hidrasi dan menjadi kering dan bersisik. Oleh sebab itu, pastikan untuk mendapatkan asupan air minum yang cukup setiap harinya. Efek samping obat-obatan tertentu Penyebab kulit kering lainnya bisa jadi disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu. Misalnya obat diuretik, obat kolesterol, atau obat retinoid yang menimbulkan efek samping berupa kulit kering. Gejala penyakit tertentu Penyakit kulit seperti psoriasis dan eksim dapat membuat kulitmu lebih rentan terhadap kekeringan. Namun, kulit kering juga bisa menjadi pertanda gejala penyakit tertentu seperti diabetes, gagal ginjal, atau kurang gizi lho, Jovians. Maka dari itu, jika kamu alami kulit kering di area tertentu dan berlangsung dalam jangka waktu lama, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dan penanganan yang tepat. Cara mengatasi & mencegah kulit kering Melakukan sejumlah cara berikut ini bisa membantu kamu mengatasi sekaligus mencegah kulit kering. Tidak mandi terlalu lama lebih dari 10 menit Hindari menggunakan air panas saat mandi Menggunakan pelembab setelah mandi Gunakan humidifier di ruangan ber-AC Gunakan skincare dengan bahan yang lembut Minum cukup air putih Tidak menyentuh dan mengelupas kulit kering yang bersisik Konsumsi makanan berserat Minum vitamin kulit, seperti Konimex Ever E250 Jika kondisi kekeringan masih terus berlanjut, konsultasikan segera pada dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Itulah sejumlah penyebab dan cara mengatasi kulit kering. Ingin dapatkan informasi seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Jovee. Unduh juga aplikasinya di AppStore dan PlayStore untuk dapatkan rekomendasi suplemen kulit personalmu. Dipublish tanggal Feb 22, 2019 Update terakhir Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca 6 menit Kulit kering mungkin tak terlalu terlalu kelihatan, apalagi kalau itu tidak menimbulkan sisik. Namun begitu diraba, maka biasanya baru ketahuan kalau kulit Anda ternyata kering. Bagi sebagian orang, kondisi ini kerap bikin minder apalagi kalau sampai dikomentari orang lain. Sebelum mulai mengatasinya, baiknya kenali dulu penyebab kulit kering Anda berikut ini. Apa saja gejala kulit kering? Istilah medis untuk kulit kering adalah xerosis atau xeroderma. Kulit yang kondisinya kering biasanya memiliki permukaan yang lebih kasar. Anda juga akan merasakan sensai kencang atau kaku saat mandi, setelah mandi, atau saat berenang. Gejala kulit kering lainnya meliputi Kulit kemerahan dan gatalTerlihat retakan atau garis-garis halus pada kulitKulit bersisik bahkan mengelupas Jika kondisinya sudah parah, maka bisa terjadi retakan yang dalam dan mungkin saja sampai berdarah. Hal yang lebih memprihatinkan lagi bila tidak segera diatasi, kulit kering bisa memicu dermatitis atau radang kulit, bengkak, serta infeksi. Meski kulit kering, bersisik, dan gatal bisa muncul di bagian tubuh mana saja, namun lengan, tangan, betis, dan perut sering kali jadi area utamanya. Mengapa kulit bisa kering? Kulit yang sehat dan normal biasanya dilapisi dengan lipid atau substansi lemak alami sehingga teksturnya tetap lembab, lembut, dan kenyal. Namun, ada beberapa faktor bisa menghilangkan lapisan minyak alami tersebut sehingga kulit jadi tak terlindungi. Faktor penyebab kulit kering ada bermacam-macam, kebanyakan berasal dari faktor eksternal. Kulit bisa kering karena tidak cocok dengan kandungan zat kimia sabun yang terlalu keras, bahan pakaian yang bikin gatal, salah pakai pelembab, atau karena kelamaan mandi menggunakan air panas. Di samping itu, efek samping obat yang dikonsumsi juga bisa menyebabkan kulit kering. Faktor internal seperti gangguan kesehatan, menopause, atau predisposisi genetik tubuh rentan kena penyakit genetik juga bisa membuat kulit kering. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan lebih lanjut tentang beberapa penyebab kulit kering berikut ini. Penyebab kulit kering yang paling umum 1. Udara kering Saat cuaca dingin tiba, udara sekitar cenderung kering sehingga suka mencuri kelembaban dari kulit manusia. Biasanya hal ini bukan masalah besar bagi negara tropis seperti Indonesia. Namun yang menjadi masalah adalah penggunaan AC yang juga bisa menjadi salah satu penyebab kulit kering. Suhu AC yang terlalu dingin dapat menyebabkan udara ruangan menjadi kurang lembap.. Akibatnya, kulit lambat laun makin kering dan terasa tidak nyaman. Untuk membalikkan efek buruk tersebut, gunakan pelembab dan aturlah agar suhu AC tidak tertalu dingin. Saat cuaca di luar panas, Anda juga bisa memperlengkapi diri dengan topi, scarf, maupun sarung tangan saat pergi ke luar. 2. Mandi terlalu lama Banyak orang mengira bahwa semakin lama mandi, maka kulit akan semakin lembab. Anggapan ini ternyata tidak tepat, lho! Justru mandi yang terlalu lama akan membuat semakin banyak air yang menguap dari tubuh. Sebab setelah mandi, air di permukaan tubuh ternyata akan menguap lebih cepat dan berisiko membuat kulit kering. Oleh karena itu, sebaiknya batasi waktu mandi Anda sekitar 5-10 menit saja. Hal ini akan membantu menjaga kelembapan kulit Anda dan terhindar dari masalah kulit kering. 3. Sabun Sabun bisa dengan cepat menghilangkan minyak alami pelindung kulit. Yang tak banyak orang tahu adalah kita tak perlu mengoleskan sabun ke seluruh tubuh saat mandi. Cukup aplikasikan sabun pada bagian tubuh yang memang kotor seperti wajah, tangan, kaki, selangkangan, dan ketiak. Sisa bagian tubuh lainnya cukup dibilas dengan air saja. Sama halnya dengan kebiasaan mencuci tangan. Meski dokter sering menganjurkan kita untuk rajin cuci tangan, namun kebiasaan baik satu ini juga sering kali menyebabkan kulit kering. Hal ini bisa diperparah apabila Anda salah milih sabun atau menggunakannya secara berlebihan. Sebaiknya pilihlah sabun yang ringan dan bebas pewangi. Hindari sabun yang mengandung bahan terlalu keras seperti deodoran atau antibakteri. 4. Menggosok kulit Menggosok kulit saat mandi memang dapat membantu membersihkan kulit dari berbagai kotoran. Namun tanpa Anda sadari, aktivitas rutin ini bisa menyebabkan kulit kering. Apalagi jika Anda suka menggosok kulit dengan alat bantu seperti spon, flanel, ataupun batu. Gesekan antara alat gosok dan kulit inilah yang berpotensi menyebabkan kekeringan pada kulit. 5. Mandi air panas Mandi air panas memang nikmat karena bisa melancarkan sirkulasi darah dan bikin badan jadi enteng. Akan tetapi, air panas termasuk mandi uap panas juga bisa membabat habis minyak alami yang melindungi kulit. Lantas, apa yang harus dilakukan? Pertama, lebih baik pilih cara mandi menggunakan shower atau pancuran daripada berendam. Sebisa mungkin batasi penggunaan air panas dan kurangi durasi waktu mandinya. Anda bisa memilih air hangat atau suam-suam kuku. Matikan airnya saat Anda memakai sabun agar tubuh tidak terus-menerus terekspos air. Setelah itu, tepuk-tepuk tubuh dengan handuk bukan menggosokkannya untuk mengeringkannya. Barulah Anda dapat mengoleskan pelembab pada kulit. 6. Gesekan Handuk Tidak banyak yang menyangka bahwa gesekan berlebihan antara tubuh dan handuk dapat membuat permukaan kulit menjadi kering. Jadi, setelah mandi, keringkanlah kulit Anda dengan cara menepuk-nepuknya dengan handuk secara lembut - bukan dengan menggosoknya. 7. Salah pakai pelembab Kalau kulit tergolong kering, maka mungkin Anda sudah mencoba belasan bahkan puluhan produk pelembab. Memang, pelembab memegang peranan penting dalam perawatan kulit kering,. Akan tetapi, para ahli mengungkapkan bahwa kebanyakan orang salah saat mengaplikasikannya. Salah satunya adalah kesalahan mengoleskan pelembap saat kulit dalam kondisi kering. Ternyata, pelembap seharusnya dioleskan saat kulit dalam kondisi basah. Hal ini akan memungkinkan pelembap untuk mengunci alias menahan kelembapan di kulit. Namun, kondisi 'basah' yang dimaksud bukan benar-benar basah. Sesudah mandi, tepuk-tepuk kulit memakai handuk hingga kering, lalu langsung oleskan pelembabnya. Biarkan pelembab meresap selama beberapa menit, lalu barulah Anda boleh memakai pakaian. Selain memperhatikan cara penggunaan, memilih jenis pelembab yang tepat juga penting. Jika Anda memiliki kulit kering, sebaiknya pilih produk yang ringan dan bebas pewangi atau alkohol. Tekstur pelembabnya sebaiknya juga kental dan berminyak agar mampu menahan kelembaban. Cara mudah mengujinya adalah dengan menaruh sedikit losion ke telapak tangan, lalu balik telapak tangan ke bawah. Kalau pelembabnya menetes, maka teksturnya kurang pekat. Pilih pelembap yang tidak mudah menetes. 8. Bahan pakaian Masih berkaitan dengan gesekan kulit, bahan pakaian tertentu juga akan berpengaruh besar terhadap kulit. Pakaian ketat dan berbahan kasar akan menimbulkan gesekan yang lebih pada kulit sehingga berpotensi menyebabkan kulit kering bahkan iritasi. Dan ingat, kalau kulit iritasi, gunakan detergen yang tidak mengandung pewarna dan pewangi untuk mencuci pakaian Anda. 9. Efek obat Beberapa jenis obat yang berpotensi menjadi penyebab kulit kering antara lain obat untuk mengatasi psoriosis, diabetes, hipotiroidisme, serta malnutrisi. Di samping itu, obat untuk hipertensi diuretik dan jerawat atau masalah kulit lainnya retinoid juga termasuk. Begitu Anda merasakan efek samping dari pengobatan yang diminum, maka segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan mengganti obatnya atau mengurangi dosisnya untuk Anda. 10. Bertambahnya usia Pertambahan usia juga turut memengaruhi kelembapan kulit. Semakin bertambah usia seseorang, produksi pelembap alami pada kulitnya juga semakin menurun. Kulit juga makin tipis dan kering. Sebenarnya, perubahan ini adalah hal yang wajar, mengingat semakin berkurangnya produksi hormon-hormon dalam tubuh saat usia semakin tua. Termasuk hormon-hormon yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit. 11. Faktor genetis dan riwayat keluarga Setiap orang memiliki ciri khas tertentu, termasuk dalam hal kesehatan dan tekstur kulit. Dalam satu keluarga, karena faktor keturunan, ada yang lebih rentan mengalami kulit kering. Jadi kalau kulit Anda cenderung mudah kering, coba perhatikan kerabat-kerabat kandung Anda. Jangan-jangan ada faktor genetik yang berperan. 12. Gangguan kesehatan Gangguan kulit di bawah ini juga bisa jadi penyebab kulit kering, yaitu Penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis. Diabetes – kebiasaan yang salah dalam mengontrol kadar gula darah bisa memicu dehidrasi sehingga kulit jadi kering. Selain itu, diabetes juga membuat proses penyembuhan lebih lama sehingga risiko infeksi meningkat. Hipotiroidisme – rendahnya kadar hormon tiroid bisa mengurangi produksi minyak alami kulit. Akibatnya, kulit jadi lebih kasar dan kering. Hipotiroidisme ini seringkali juga menimbulkan gejala lain seperti berat badan naik dan mudah lelah. Malnutrisi – kurangnya asupan gizi yang cukup bisa membuat kulit kering. Salah satu penyebabnya bisa saja karena gangguan makan. Masih ada penyakit lain, baik yang ringan ataupun parah, yang bisa menyebabkan kulit kering. Cara mengatasinya tentu saja kembali kepada apa yang jadi penyebabnya. Minum obat mungkin sudah cukup membantu mengatasi kulit kering. Namun, sebaiknya tetap seimbangkan dengan langkah-langkah pencegahan agar kulit tidak kembali kering. Jika masalah kulit kering tak kunjung pulih, jangan segan berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan obat tertentu, misalnya antihistamin untuk sensasi gatalnya, atau krim termasuk steroid untuk mengatasi kulit kering. 16 Referensi Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini. Papadakis MA, et al., eds. Dermatologic disorders. In Current Medical Diagnosis & Treatment 2016. 55th ed. New York, The McGraw-Hill Companies; 2016. Berger TG, et al. Pruritus in the older patient A clinical review. JAMA. 2013;3102443. Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya. Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat arti kata kering dalam bahasa karo 1 kerah sumur itu sudah - telagah ndai enggo kerah ; kirah; areh; ikan; dl mantra koring; mesegal; - krn angin timur itu mesegal ibahan angin perlego; 2 tt ladang tuhur; tuhor; 3 tt alur sungai msl dagal; dogal; 4 ttmput pate; 5 tt tumbuhan pera; kekuatanku - spt pecahan periuk tanah pera me gegehku bagi sanga-sanga kudin taneh; 6 tt padi yg telah dijemur piher; mekasang; 7 tt lauk pauk ~ menyebabkan sulit ditelan merekah; 8 tt sumur tagas; ~ dan gersang 9 tt sebidang tanah tagasen; 10 tt daging, ikan sale; setengah -11 tt kayu bakar kula­kula manuk; daging - beltu-beltu; 12 tt daging; menjadi - pera-pera; iang TRM; sesuatu yg sudah ­kerah-kerah; agak - mekerah; yg mati - patena rih; dijadikan daging - ibeltu-beltuken; mengeringkan 1 ngkerahi; ngkerah­ken; njemur; nale; ngkasangken; ngikan; 2 tt daging meltui; 3 tt candu nggotok kapas kapuk utk mencari biji-biji yg bernas teptep; neptep; sebagian sungai utk dpt menangkap ikan yg dilakukan dng "tuba", ngareh; dikeringkan isale; isale-sale; beltu; beltu-beltuken dasar sebagian sungai yg telah arehen; pengeringan 1 tt tempat - pen­jemuren; sampen; pengkerahen; kekerahen; penggotok; 2 tt jagung torongen; alat pinale; kekeringan cuaca legon. Kalimat contoh kalimat yang menggunakan kata kering dalam bahasa karo Bahasa Indonesia Sudah beberapa hari waduk itu kering Bahasa Karo Piga wari enda kerah tambakna

tidak kering kering karena masih